Kamis, Agustus 27, 2009

Sejumlah Aset Wisata Sumbawa Mulai Punah

Sumbawa Besar,

Kearifan lokal, adat istiadat, seni budaya maupun objek wisata yang menjadi aset potensi pengembangan wisata di Sumbawa mulai punah. Selain karena derasnya arus globaliasi yang mendera, budaya vandalime menjadi faktor utama yang mempercepat hilangnya aset tersebut. Sehingga yang tersisa hanya beberapa ikon dan kegemaran yang mungkin masih dianggap penting.

Seperti permainan rakyat barempuk, sudah hampir tidak pernah terlihat. Masyarakat sebagai pemilik tidak lagi menggunakannya saat musim panen. Kecuali diadakan sebauah event khusus permainan rakyat.

''Budaya ini sebenarnya tumbuh dan berkembang dari dalam masyarakat pemiliknya. Seperti permainan rakyat yang lain Belogo', itu dulu ada ditengah masyarakat. Jika masyarakat tidak lagi meneruskannya maka permainan rakyat itu akan punah,'' komentar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda Olah raga Kabupaten Sumbawa Ir Padusung, MM yang ditemui wartawan, kemarin.

Menurut dia, adat istiadat seni budaya maupun aset wisata lainnya punah karena masyarakat jarang menggunakannya. Seperti adat perkawinan saja banyak yang dipenggal. Tidak diterapkan secara utuh, bahkan sejumlah rentetan-rentetan penting dari bagian perkawinan adat Sumbawa tidak lagi dipakai sama sekali.
''masyarakat jarang memakainya, mereka cenderung mengambil bagian –bagian yang dianggap penting saja. Ini yang menyebabkan adat istiadat itu punah ya karena menganggapnya tidak penting,'' papar dia.

Sejumlah objek wisata juga demikian adanya. Beberapa objek yang dahulu dianggap sangat menarik bahkan sempat masuk dalam buku promosi budaya kini tidak lagi dapat dinikmati. Seperti wisata Ai Beling di Moyo Hulu, saat ini sudah tidak menarik lagi karena tidak ada air. Hutan di sekitar lokasi tersebut sudah mengalami kerusakan.. Kondisi yang hampir sama juga terjadi pada objek Sarkofagus di Batu Tering. Diduga beberapa bagian batu dari dalam kompleks wisata sejarah tersebut hilang.

''Memang dibutuhkan upaya multisektor untuk mengantisipasi itu semua. Kita sudah mencoba untuk berkoordinasi dengan dinas kehutanan maupun dinas PU untuk merevitalisasi keberadaan objek Ai Beling. Ini mengindikasikan daya tarik wisata alam dan gunung dari ketersediaan air. Daya tarik wisata itu akan hilang, ketika airnya sudah tidak ada atau berkurang,'' kata dia.

Dikatakannya, saat ini pemerintah tengah melakukan inventarisasi kembali aset-aset budaya yang memiliki potensi wisata. Inventaris tersebut kemudian akan dirangkum dalam media penyimpanan. Tidak hanya adat budya, seni sastra Sumbawa seperti sakeco, badede dan saketa akan disimpan. Ada juga permainan rakyat seperti pacuan kuda, barapan kebo, barempuk, badempa dan karaci.

Untuk mengantisipasi mulai punahnya aset-aset wisat terutama seni budaya kata dia, pemerintah telah menghidupkan kembali melalui Dewan Kesenian Sumbawa (DKS) agar potensi itu kembali digali dan dikembangkan sehingga dapat lebih fokus. Begitu pula dengan lembaga adat yang hampir juga 'mati suri' dengan kepengurusan yang sudah cukup usia akan dibentuk kembali.

''Lembaga adat juga akan kita segarkan kembali. Sama seperti dewan kesenian yang kemarin telah aktif lagi. Selain itu pemerintah juga akan berusaha untuk memberikan stimulan terhadap permainan rakyat dengan memunculkan kembali melalui event-evet budaya,'' tukas dia.(rif)

Sumber: Sumbawanews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar